28 Maret 2008

Tambang Ikeshima

Tambang Ikeshima di Jepang merupakan salah satu tambang batubara yang unik di dunia. Bagaimana tidak, tambang ini beroperasi di bawah dasar laut. Sehingga dari segi teknologi tingkat kesulitannya cukup tinggi.


Pulau Ikeshima Lokasinya 256 Ohaza Kamiura Ikeshimakyo, Sotomecho Nishisonogi-gun, Nagasaki Prefecture. Sekitar 7 km ke arah barat di lepas pantai dari pantai barat semenanjung Nishisonogi. Sedangkan ukuran dari pulau tersebut adalah dari Timur-barat 1,5 km, utara-selatan 1,0 km, keliling 4,0 km, luas 0,86 km2. Jumlah konsesi tambang yang dimiliki 70, dengan luas 35.500 ha. Cadangan batu bara tertambang teoritis ±1,7 milyar ton dan Cadangan batu bara tertambang terbukti ±270 juta ton.


Seluruh permukaan pulau ditutupi oleh lapisan konglomerat zaman kuarter dan batuan andesit basalan dari zaman Neogene, serta di bawah permukaan laut terdiri dari lapisan Palaeogene. Dari atas berturut-turut terbagi menjadi formasi Nishisonogi, formasi Matsushima, formasi Terajima dan formasi Akasaki. Batuannya terdiri dari batu pasir dan serpih atau mudstone, di beberapa tempat terdapat sisipan tipis lapisan konglomerat. Batuan alasnya adalah granit atau crystalline schist.

Di bagian atas formasi Matsushima terdapat formasi pembawa batu bara. Lapisan batu baranya terdiri dari lapisan batuan atas, lapisan atas dari lapisan 18 shaku, lapisan bawah dari lapisan 18 shaku, lapisan 3 shaku dan lapisan 4 shaku. Jurus lapisan tanah mengarah kurang lebih ke timur-barat di sekitar Ikeshima dan mengarah kurang lebih ke utara-selatan di sekitar Hikishima. Kemiringannya landai, masing-masing 1~10 derajat ke selatan dan timur. Struktur geologinya relatif stabil.

Untuk ekstraksi batubara, datanya adalah sebagai berikut :
Jalan udara dan gate : panjang gate 400~1000 mMetode ekstraksi batu bara longwall sistem mundurPanjang permuka kerja : 100~180 mPenyanggaan : IS-14 shield type self advancing support, Mesin ekstraksi : 3300V multi motor type (DR-900) drum cutter, 60kw electric haulage (DR-500) double ranging drum cutter, AFC 225kw×2 3300V pole change.

Tambang Ikeshima mulai dibangun tahun 1952 tetapi saat ini telah ditutup dan beralih fungsi menjadi Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tambang Batubara Bawah Tanah. Program alih teknologi ini telah menghasilkan lulusan dari 27 negara, antara lain dari Indonesia, RRC dan Filipina, total lebih dari 420 orang.

22 Maret 2008

Hand held rock drill

Dari berbagai jenis pemboran yang ada, pemboran untuk peledakan dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok menurut prosedur pengeborannya, yaitu :

  • Pengeboran manual (manual drilling) : mempergunakan alat bor ringan (Hand held rock drill ) untuk pengeboran dengan diameter dan kedalaman kecil.
  • Pengeboran mekanik (mechanized drilling) : pengeboran dengan mempergunakan mesin bor yang besar, umumnya terpasang pada kendaraan pengangkut beroda ban atau rantai (tracks).
Alat bor jenis ini Hand held rock drill berkapasitas kecil, dipergunakan untuk pengeboran kedalaman dan diameter terbatas. Nama-nama alat bor yang termasuk pada kelompok ini antara lain Jackhammer, Jackdrill, Drifter dan Stoper.

Jackhammer terutama digunakan untuk tujuan yang bersifat umum dalam kegiatan tambang, misalnya untuk membuat lubang dangkal vertikal untuk persiapan rock bolting atau pemasangan angkor, secondary blasting, dan lain-lain. Kadang-kadang juga digunakan untuk pembuatan shaft. Jackhammer diklasifikasi-kan berdasarkan beratnya yang berkisar antara 7 – 30 kg (15 – 65 lbs).

Jackdrill atau jackleg adalah jackhammer yang dilengkapi dengan penyangga silinder pneumatik. Penyangga ini berfungsi untuk menahan berat alat dan juga untuk memberikan gaya feed pada saat membor ke arah horizontal atau ke atas. Pada jackdrill yang modern penyangga ini dirancang terintegrasi dengan unit bornya dan sekaligus sebagai pengontrol posisinya agar lebih efektif dan nyaman saat pemboran berlangsung. Jackdrill diklasifikasikan berdasarkan ukuran silinder bor yang berkisar antara 60 – 83 mm (2,375 – 3,25 inci). Pemanfaatan jackdrill cukup efektif diterapkan pada pembuatan drifts dan tunnel atau terowongan yang kecil serta pembuatan stope (lombong).

Alat bor drifter mempunyai prinsip kerja sama seperti jackhammer, tetapi alat bor ini terlalu berat bila harus disangga oleh orang, oleh sebab itu drifter selalu diletakkan di atas boom hidrolik, a column mounting, atau di atas penyangga yang dapat digerakkan oleh roda atau track. Drifter biasanya digunakan untuk membor ke arah horizontal pada saat membuat drift dan crosscuts atau tunnel. Drifter diklasifikasikan berdasarkan ukuran diameter bornya, yaitu antara 83 – 114 mm (3,25 – 4,5 inci).

Stoper adalah jackhammer yang menempel pada penyangga silinder pneumatik dan khusus untuk membor ke arah atas.
Terdapat dua jenis silinder pneumatik, yaitu :

  • yang menjadi satu garis dengan jackhammer disebut in-line cylinder,
  • sistem silinder offset dimana bor dapat bergerak naik-turun pada rel di-sepanjang silinder tersebut.

Sistem silinder offset dipakai pada pembuatan terowongan yang rendah karena pada saat pemboran berlangsung silinder offset dapat ditegakkan dengan memperkuatnya pada bagian alas dan atap tunnel. Bor stoper sering dirancang mirip dengan jackdrill, oleh sebab itu stoper mem-punyai batasan ukuran sama dengan jackdrill. Stoper diklasifikasikan berdasarkan beratnya yang berkisar antara 34 – 45 kg (75 – 100 lbs).

(Redaksi)

14 Maret 2008

Auger Mining

Sebuah tambang dengan metode tambang terbuka suatu saat akan mencapai yang namanya pit limit, yaitu suatu batasan di mana suatu tambang sudah tidak ekonomis lagi dioperasikan dengan tambang terbuka.

Hal ini disebabkan karena striping rationya tinggi. Dalam hal ini perbandingan antara bahan galian yang akan diambil dengan lapisan tanah penutupnya terlalu besar. Sehingga biaya untuk pengupasan lapisan penutup sangat besar tidak dapat ditutup dengan hasil bahan galiannya. Untuk masalah tersebut biasanya para ahli langsung mengambil keputusan dengan beralih ke metode tambang bawah tanah. Sebenarnya sebelum memutuskan untuk beralih ke metode tambang bawah tanah, ada satu alternatif lain yaitu "Auger Mining'.

Apakah yang disebut Auger Mining tersebut? Auger Mining adalah suatu metode penambangan yang dilakukan dengan menambang bahan galian (dalam hal ini batubara) di dinding-dinding open pit yang sudah mencapai ultimate pit limit. Sehingga nantinya akan membentuk lubang-lubang di dinding. Sepintas memang mirip dengan tambang-tambang batubara liar. walau bagaimanapun ini adalah salah satu alternatif dari metode penambangan. Untuk di Indonesia, yang pernah melakukan metode penambangan ini adalah PT. Indominco di Kalimantan.

(Redaksi)